Antisipasi Aktivitas Merapi, 160 Warga Desa Krinjing Bergerak Mengungsi

6 November 2020, 19:26 WIB
Pemandangan Gunung Merapi di Tangkil, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah,.* /ANTARA FOTO /

PORTAL BREBES - Sedikitnya 160 warga Desa Krinjing, Kecamatan Mertoyudan pada Jumat 6 November 2020 mulai bergerak mengungsi. Mereka mengungsi sebagai antisipasi aktivitas Gunung Merapi yang saat ini berada pada status siaga.

Mereka yang mengungsi diantaranya; 50 warga Dusun Trono, 50 warga Dusun Trayem, dan 60 warga Dusun Pugeran. Mereka mengungsi ke desa tetangganya yakni Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan yang relatif lebih aman.

Hal itu seperti dikutip PortalBrebes.Com dari Kendalku.Com dari artikel, Level Siaga III Meletus Kapan Saja, Warga Sekitar Merapi Mulai Bergerak Mengungsi yang diterbitkan sebelumnya. Selain warga Desa Krinjing, warga lain yang mengungsi adalah penduduk Desa Paten Kecamatan Mertoyudan dan Ngargomulyo di
Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.

Baca Juga: Gunung Merapi Siaga, Ganjar Minta Warga Magelang, Klaten, Boyolali Tidak Panik

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto membenarkan telah mulai adanya warga yang mengungsi. Dan pergerakan warga mengungsi baru berlangsung mulai hari ini.

"Merapi menjadi siaga ditetapkan kemarin jam 12.00, kalau sore hari mereka mengungsi belum cukup siap secara psikologi, dan baru hari ini baru bisa dilakukan evakuasi," ungkap Edy Susanto.

Dikatakannya, Konsep mengungsi merupakan penerapan konsep Desa Bersaudara yang ada di desa-desa di sekitar Gunung Merapi.

Dalam hal ini desa-desa yang berada di kawasan rawan bencana Merapi dipersaudarakan dengan desa-desa penyangga, yang antara lain akan menjadi tempat warga desa di kawasan rawan bencana dalam mengungsi.

Baca Juga: Sehubungan Siaga Merapi, Gubernur DIY Minta Pemkab Sleman Persiapkan Jalur Evakuasi

"Jadi mereka mengungsi bukan diungsikan," katanya.

Untuk warga dari Desa Paten bisa mengungsi ke Desa Banyurojo di Kecamatan Mertoyudan, warga Desa Ngargomulyo bisa mengungsi ke Tamanagung di Kecamatan Muntilan, dan warga Desa Krinjing bisa mengungsi ke Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan.

"Konsep manajemen pengungsian berbasis masyarakat itu berangkat dari pengalaman tahun 2010, sehingga dengan ini lebih tertata," kata Edy.

Mereka yang mengungsi bergerak menggunakan kendaraan pribadi dan dikawal ambulan dan pihak kepolisian. Warga yang bergerak menuju tempat pengungsian utamanya dalam kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang sakit, warga lanjut usia, dan penyandang disabilitas.*** (Ambar Adi Winarso/Kendalku.Com)

Editor: Marsis Santoso

Sumber: Kendalku.com

Tags

Terkini

Terpopuler